Rabu, 26 November 2008

SALENA


Puncak Salena

Melihat “Surga” dari Ketinggian

INDAHNYA memandang “surga” Kota Palu dari atas gunung memberikan kepuasan tersendiri bagi anda yang senang berpetualangan.

Salah satu lokasi yang anda bisa kunjungi adalah pegunungan yang berada di Dusun Salena Kelurahan Buluri Kecamatan Palu Barat.

Puncak Salena berada disebelah barat Kota Palu atau sekitar 7 kilometer dari pusat kota.

Jalan yang terjal dan melewati sungai menjadi tantangan tersendiri saat anda ke lokasi ini.

Untuk sampai ke puncak Salena anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dan selanjutnya ditempuh dengan jalan kaki.

Di puncak Salena anda selain anda bisa melihat hamparan kebun milik warga setempat anda juga bisa melihat Kota Palu dan Teluk Palu.

Tak jarang, ketika berada di atas puncak Salena ini anda merasakan seperti berada di “surga”. Karena segala kenikmatan anda bisa rasakan seperti terpaan angin sepoi-sepoi dari teluk palu dan pegunungan Kamalisi anda juga bisa menikmati hamparan kebun jagung dan ubi kayu..

Selain itu anda bisa melihat kehidupan masyarakat Dusun Salena dari dekat dan penuh kesederhanaan, selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menjalankan adat istiadat yang mereka punya.

Bagi masyarakat Salena hidup bersama alam merupakan sebuah “surga”. Karena segalanya tersedia untuk menghidupi mereka.

Hidup rukun dan kompak adalah salah satu yang terlihat pada kehidupan masyarakat Salena.

Jika anda tertantang untuk melihat dari dekat kehidupan masyarakat disana dan merasakan terpaan angin “surga” di puncak Salena anda boleh berkunjung ke Dusun Salena. (rahman)

JEMBATANKU


JEMBATANKU......
Terbangun dengan biaya sekitar Rp50 miliar...
Dan dijadikan sebagai salah satu ikon Kota Palu tercinta
Letaknya berada di muara Sungai dan Teluk Palu
Menjadikan jembatan ini sebagai salah satu tempat yang indah
Memandang panorama Teluk Palu.

Selasa, 25 November 2008

PARALAYANG


AKSI ATLIT PARALAYANG DI ATAS JEMBATAN IV DI TELUK PALU

PENGRAJIN SOLDER PATRI


Pengrajin Solder Patri di Sigi

Cara Tradisional yang Masih Diminati

Di kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Donggala, masih ada seorang tukang solder patri, yang siap memperbaiki maupun membuat peralatan baik rumah tangga maupun peralatan pertanian.

Walau masih menggunakan cara tradisional yakni dengan cara membakar hingga panas sepotong besi dengan api dari kompor gas minyak tanah untuk digunakan menyolder peralatan-peralatan yang dibuat dan diperbaiki tersebut, ternyata cara itu masih cukup diminati oleh banyak kalangan untuk memesan peralatan yang dibuat pengrajin itu maupun untuk memperbaiki peralatan yang rusak.

Diusianya yang sudah senja, Sompe Labuntina (66) warga Dusun II Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Donggala, masih tetap menekuni pekerjaannya sebagai tukang solder patri hingga kini.

Sompe yang ditemui Media Alkhairaat ditempat kerjanya yang terletak di halaman depan rumahnya, mengaku telah menekuni pekerjaan sebagai tukang solder patri sejak tahun 1978. Sebelumnya pada usia 24 tahun atau dari tahun 1966 hingga tahun 1978, memulai pekerjaannya membuat peralatan pertanian berupa Pajeko yakni peralatan pertanian yang biasa digunakan petani di daerahnya. Bukan hanya itu yang dibuatnya, peralatan kerja pertanian lainnya pun pernah dibuatnya seperti pacul, arit mapun parang

Seiring dengan berkurangnya tenaganya dalam melakukan pekerjaan tersebut karena termakan usia, Sompe Labuntina pun beralih pekerjaan menjadi seorang tukang solder patri. Menurutnya, pekerjaan ini diawalinya dengan cara melihat-lihat saja para tukang solder patri bekerja. Dari melihat itu, kata Sompe kemudian dirinya mulai melakukan coba-coba untuk melakukannya.

“Awalnya hanya coba-coba lama kelamaan saya menyukai pekerjaan ini,” katanya sambil memperlihatkan cara kerja solder patrinya.

Dia menyebutkan, dari pekerjaan sebagai tukang solder patri ini ia dapat menghidupi istri dan empat anaknya pada saat itu.

“Pekerjaan inilah yang memberikan saya penghidupan hingga kini,” katanya.

Meski telah ditinggal istri tercintanya beberapa tahun lalu, Sompe tidak putus asa melakukan pekerjaannya. Saat ini, Sompe yang sudah memiliki tiga orang cucu ini terus melakukan pekerjaannya.

Meski hanya sebagai tukang solder patri, Sompe setiap hari pasar di daerahnya yakni setiap Hari Minggu dan Kamis, dirinya selalu mendatangi pasar tersebut, selain untuk melayani pelanggannya untuk memperbaiki peralatan rumah tangga juga untuk menjajakan buatannya berupa lampu minyak yang menggunakan wadah kaleng susu bekas.

Lampu minyak tanah yang terbuat dari kaleng susu bekas tersebut, dijualnya dengan harga Rp3.500 per buahnya.

Dalam satu minggu, sebut Sompe dirinya bisa membuat lampu minyak tanah dari kaleng susu bekas itu hingga 20 buah, karena di luar hari Minggu dan Kamis, dirinya harus memperbaiki sejumlah peralatan dapur yang rusak milik langganannya seperti panci dan wajan.

“Untuk membuat lampu minyak tanah dari kaleng susu bekas itu, saya kerjakan dilura hari Kamis dan Minggu,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini orang yang masih bekerja sebagai tukang solder patri di desanya bahkan di wilayah kecamatan Sigi Biromaru mungkin tinggal dirinya sendiri, karena tukang solder patri lainnya sudah meninggal dunia.

“Mungkin tinggal saya saja disini yang masih bekerja sebagai tukang solder patri,” ujarnya meyakinkan.

Walau telah lama menjadi tukang solder patri sebut Sompe, hingga kini dirinya tidak pernah mendapat bantuan modal dari pemerintah dan dari pihak-pihak lain dalam menjalankan usahanya. “Dengan bermodalkan peralatan seadanya saya berusaha untuk menjalankan usaha ini dengan biak, meski tidak ada bantuan modal dari pemerintah,” tuturnya.

Dia menambahkan, walau masih menggunakan cara lama atau tradisional minat masyarakat terhadap solder patri masih cukup banyak, tebukti masih banyak orang yang mau memperbaiki maupun memesan untuk dibuatkan peralatan dapur berupa dandang maupun peralatan lainnya.

“Alhamdulillah masih banyak yang minati solder patri ini. Menurut mereka hasilnya lebih baik dan tahan lama,” ujarnya sambil memperlihatkan beberapa hasil pekerjaannya. (rahman)

PEDAGANG BUAH DI BAMBARU


Aneka Jenis Buah di Sudut Pasar Bambaru
Harganya Cukup Terjangkau Untuk Dibeli

PALU – Untuk mencari aneka jenis buah yang di jual di satu tempat seperti pisang, mangga, pepaya, alvokat bahkan durian, dengan harga murah meriah tidaklah sulit di Kota Palu ini. Salah satu tempat yang anda bisa kunjungi yakni tempat pedagang buah yang berada tepat di sudut Pasar Bambaru yang berada di Pintu Utara.
Tiga gerobak pedagang aneka jenis buah yang bertenda warna biru tua itu sangat menonjol posisinya di sudut Pasar Bambaru Palu Barat, sedang ramai dikunjungi pembeli. Salah satu pedagangnya bernama Aisyah (38) pun terlihat sibuk melayani pembelinya. Tak pelak tawar menawar hargapun terjadi antar Aisyah dengan pembeli.
Setelah sepakat, pembeli pun membayar harganya dan membawa pulang beberapa jenis buah yang diperdagangkan Aisyah.
Aisyah saat ditemui Media Alkhairaat disela-sela kesibukannya mengatur dagangannya mengatakan, ia dengan dua teman lainnya berdagang aneka jenis buah itu sejak tahun 2001 di sudut Pasar Bambaru yang dulunya bernama Pasar Tua.
“Sekitar tujuh tahun sudah kami berdagang disini,” ujarnya dengan dialeg kaili.
Dia menyebutkan, beberapa jenis buah yang djualnya berasal dari beberapa daerah seperti Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kota Palu sendiri. Untuk mendapatkan aneka jenis buah itu, Aisyah dibantu oleh sang suami bernama Astam (39). Menurutnya saat ini suaminya sedang berada di Desa Kabonga Kabupaten Donggala untuk mencari beberapa jenis buah seperti pisang, pepaya dan mangga.
“Kami berbagi tugas, saya yang menjual, suami saya yang mencari buah di desa-desa,” katanya.
Dia mengatakan, untuk harga jual berbagai jenis buah itu di jual dengan harga bervariasi dari harga Rp 3000 hingga Rp 20.000. Untuk jenis Pisang sepatu di jual dari harga Rp 3000 hingga Rp 5000 per sisirnya, Pisang Susu dari harga Rp 5000 hingga Rp 10.000 persisirnya sedangkan untuk buah mangga dijualnya hingga Rp 20.000 per tibo (satu tempatnya berisikan hingga sepuluh buah mangga).
Bahkan kata Aisyah, bukan hanya jenis buah mangga, pisang dan pepaya saja di jualnya, buah lain seperti alvokat, durian, semangka hingga rambutan dan langsat juga ada di tempatnya.
“Yang jelas harganya terjangkau untuk untuk dibeli,” tuturnya berpromosi.
Dia mengaku, waktu ramainya pembeli terjadi pada saat pagi dan sore hari, sehingga dirinya kerepotan melayani para pembeli. Walau begitu dirinya tidak merasa capek melayani pembeli karena sudah merupakan resiko dari seoarang pedagang.s.
“Yah kalu sudah banyak pembeli, repot juga melayaninya tapi saya senang karena jualan saya laris manis,” ucapnya.
Dia menambahkan, keuntungan dari berdagang aneka jenis buah ini terbilang lumayan dan bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dan mengembalikan modal pembelian buah.
“Lumayanlah untungnya untuk pakai tambah-tambah modal dan kebutuhan sehari-hari di rumah,” akunya. (rahman)

BLOK POLITIK

BPD Upaya Mempersatukan Kekuatan Politik Rakyat
PALU –Seminar publik dan workshop se- Region Sulawesi tentang Satu Dekade Reformasi di Indonesia yang dilaksanakan Yayasan Tanah Merdeka di Hotel Central Palu, Senin (14/7) lalu, melahirkan rekomendasi berupa pembentukan Blok Politik Demokratik (BPD).
Dalam seminar publik dan workshop itu pembentukan Blok Politik Demokratik (BPD) sebagai wadah untuk mempersatukan kembali kekuatan rakyat yang selama ini terpecah-pecah dalam berbagai kepentingan sektoral ke dalam organisasi kerakyatan yang solid, terencana, dan terkoordinasi.
Direktur Riset Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi Demos Jakarta, Willy Purna Samadhy mengatakan, dari survey yang dilakukan Demos ada beberapa problem yang melatarbelakangi munculnya gagasan pembentukan blok politik demokratik seperti sistem representasi poltik mengalami malfungsi karena lembaga-lembaga demokrasi dikuasai elit dominan.
Selain itu kata Willy, serangkaian paket undang-undang politik yang baru saja disahkan, khususnya Undang-undang Partai Politik dan Undang-undang pemilu memperlihatkan sekali lagi berbagai upaya elit politik di parlemen mempersulit pembentukan partai-partai baru, dengan berbagai persyaratan yang tidak masuk akal.
Willy menyebutkan, kecenderungan jalan pintas populis yang dikerjakan aktor-kator alternatif berorientasi pro demokrasi sangat tidakl relevan dengan kebutuhan untuk perbaikan representasi popular dan adanya upaya-upaya penguatan representasi yang dilakukan selama ini belum menyentuh agenda untuk perubahan hubungan kekuasaan.
”Blok politik demokratik dimaksudkan untuk membangun bentuk-bentuk representasi alternatif, yakni representatif berbasis kepentingan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Mahfud Masuara dari Yayasan Tanah Merdeka (YTM) Palu, mengatakan dari rekomendari seminar dan workshop ini, untuk wilayah Sulawesi perlu kembali mematangkan dan mempersolid gerakan kerakyatan yang telah ada, agar kekuatan politik di wilayah Sulawesi baik digunakan untuk konten lokal maupun nasional dapat diperhitungkan.
”Untuk Sulawesi saat ini, gerakan blok politik demokratik telah dilakukan oleh teman-teman pro demokrasi,” ujarnya.
Mahfud menyebutkan, melalui kelompok kerja jaringan demokrasi (KKJD) Demos tengah merintis upaya-upaya untuk pembangunan blok-blok politik demokratik
diberbagai tingkat lokal dalam rangka konsolidasi gerakan demokarasi nasional.
”Pembangunan blok politik demoratik di region Sulawesi harus terus dilakukan, sehingga kekuatan rakyat tidak terabaikan lagi dalm politik dan demokrasi,” tandasnya. (rahman)

Temu Komunikasi PSDA Sulawesi II


Catatan Jurnalistik dari Temu Komunikasi PSDA Sulawesi II

Dari Anti Tambang Hingga Menyoroti Kinerja BKPRS

TEMU Komunikasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (PSDA) Sulawesi ke II, yang dilaksanakan di Palu selama dua hari sejak 16 hingga 18 Juli 2008 lalu, merekomendasikan beberapa hal yang menjadi prioritas dalam pengelolan sumberdaya alam (PSDA) di regional Sulawesi. Bahkan kinerja Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) disorot dalam pertemuan ini.

Dari proses diskusi yang cukup panjang antara organisasi Non Pemerintah (ornop) dan Pemerintah dalam pertemuan itu, akhirnya ditemukan kesepahaman bersama yakni semua menginginkan Sulawesi yang punya potensi Sumberdaya Alam (SDA) yang cukup besar juga harus punya kondisi lingkungan yang lebih baik..

Tak tanggung-tanggung, salah satu point yang dijadikan rekomendasi yakni anti tambang di pulau Sulawesi. Poin ini seakan menjadai magnet bagi seluruh peserta yang berasal dari enam provinsi yang ada di Pulau Sulawesi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Seluruh peserta sepakat mengkampanyekan Anti Tambang. Hal ini dilakukan, setelah melihat kenyataan yang terjadi di setiap provinsi, yakni terjadinya kerusakan lingkungan dan tidak adanya kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar tambang serta daerah sangat dirugikan.

Selain, anti tambang isu lain yang juga menjadi perhatian yakni kerusakan hutan dan lahan yang diakibatkan beberapa kegiatan seperti pengelolan tambang, pembukaan hutan dan kegitan destruktif logging yakni kegiatan ilegal logging dan legal logging yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini sangat berdampak bukan hanya pada kerusakan kawasan hutan tetapi juga merampas lahan warga dan berujung pada konflik sosial di masyarakat,” kata Ida peserta dari Sulawesi Selatan.

Dua isu tersebut mengemuka dalam pertemuan tersebut, dikarenakan isu itu paling banyak terjadi diseluruh provinsi yang ada di Sulawesi ini.

Dua isu lain yang tidak kalah menarik dibahas dalam pertemuan tersebut yakni isu ketahanan pangan dan agrofuel.

Bukan itu saja, kinerja Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) juga mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.

Sorotan bagi BKPRS itu datang dari Risma peserta yang mewakili Sekretariat Nasional Solidaritas Perempuan. Risma berpesan kepada BKPRS agar bisa menerapkan pembangunan berkelanjutan, atau melibatkan seluruh stakeholder dalam proses pembangunan.

Menurutnya, orientasi yang ada dalam BKPRS saat ini masih berpihak pada investor.

“Itu memang target otonomi daerah. Ini berbahaya karena melupakan potensi dan partisipasi local. Nanti BKPRS akan menjadi agen pelobby untuk kepentingan investasi,” katanya.

Dia mengatakan, konsep multipihak harus dijalankan. Bukan hanya antar pemerintah tetapi juga melibatkan sektor lain seperti ornop, masyarakat, dll untuk berdiskusi, dalam melihat kondisi, dampak kedepan dari sebuah investasi.

“Pemerintah harus peduli soal ini. Jangan hanya berlomba-lomba membesar investasi yang justru mengandung unsur perusak yang cukup membahayakan bagi masyarakat,” tegasnya.

Solihin dari Kendari pun angkat bicara soal kinerja BKPRS. Menurutnya, dari paparan yang disampaikan Sekjen BKPRS, Elim Somba. Kerja-kerja BKPRS lebih pada mempromosikan Sulawesi dalam rangka pembangunan. Namun tidak nampak soal nilai lokal, juga komitmen soal penyelesaian konflik yang berkelanjutan, serta kerusakan lingkungan yang berkelanjutan.

“Jadi jangan hanya berpromosi tetapi mengatasi investasi dengan nilai lokal serta kelestarian lingkungan juga harus menjadi perhatian BKPRS,” tegasnya.

Mendapat sorotan tajam dari peserta Temu Komunikasi PSDA Sulawesi II, pihak BKPRS pun menampung masukan tersebut. Sekjen BKPRS, Elim Somba mengatakan, komitment lingkungan dari BKPRS cukup tinggi untuk periode ini.

Menurutnya, di Sulawesi Selatan (Sulsel) ada beberapa staff ahli gubernur termasuk staff ahli lingkungan dan kesejahteraan.

“Saya kebetulan yang jadi coordinator. RPJP Sulteng, lingkungan yang menjadi motor pengerak pembangunan. Mudah-mudahan ini bisa dishare ke propinsi lainnya,” ujarnya. (rahman)

Minggu, 23 November 2008

IKHLAS

Bekerjalah kamu dengan hati ikhlas...
Niscaya kamu akan mendapatkan yang terbaik...
Bekerjalah kamu dengan hati ikhlas...
Niscaya kamu akan mendapatkan manfaat..
Berbuatlah dengan ikhlas...
Kamu akan menemukan ketenangan hati...
Hati yang ikhlas ketika melakukan sesuatu,
Niscaya kamu akan mendapatkan balasan yang tak terduga...
Ikhlas, adalah kunci mendapatkan ketenangan bathin...

PILIHAN

Hidup ini adalah pilihan...
Pilihan untuk meraih masa depan..
Pilihan untuk hidup
pilihan untuk kenyamanan
dan pilihan untuk hati...

Jumat, 04 Januari 2008

Prakata

RINDU

Entah kenapa.........
Tiba-tiba aku merindukan seseorang........
padahal dia bukan apa-apa bagiku...
makin aku coba untuk melupakannya..
justru makin kuat rasa rndu ini padanya........
Aku tahu........
aku tak mungkin menjangkaunya...
Aku juga sadar aku tidak ada apa-apa baginya........
namun rasa rindu ini kepadanya selalu datang....
Entahlah........
Mungkinkah aku jatuh cinta lagi...........
Atau hanya kegelisahan yang datang menghampiri.....
Entahhlah...........
Aku sendiri tak tahu.........
Seandainya aku tahu.............
Aku merindakanmu.........
Aku ingin selalu berada disisimu........
Bersandar dipelukmu.........
sambil kubelai rambutmu........
Tapi entahlah............
aku tak mungkin lakukan itu.........
karena aku bukan apa-apa baginya.......
Biarlah rasa rindu ini, aku simpan dalam hati ini saja.....
Tapi yang jelas kerinduan ini padanya
membuat aku bangkit kembali dari kertepurukan........
Tapi entahlah...
Biar kerinduan ini aku kubur dalam-dalam.........
karena aku tak ingin rasa sakit itu terulang kembali........
Entahlah..........
Kapan kerinduan itu datang lagi..........
dan memberikan yang terbaik buatku........
dalam menjalani hidup ini................
Entahlah.........
Apa aku bisa bangkit dari keterpurukan itu...........
atau sama sekali aku justru makin terpuruk...........
entahlah kawan...........
aku bisa atau tidak................