Rabu, 29 Februari 2012

SKEMA KEHUTANAN

Skema-skema Kehutanan Menjadi Jalan Pemberdayaan Masyarakat

PALU-Skema-skema kehutanan yang telah diprogramkan oleh departemen kehutanan menjadi jalan pemberdayaan masayarakat di sekitar maupun di dalam kawasan hutan.
Nahardi Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah mengatakan hutan tanaman rakyat, hutan desa dan hutan kemasyarakatan merupakan skema untuk mempercepat imlpementasi pemberdayaan masyarakat baik yang berada di sekitar maupun di kawasan hutan.
“Di Sulteng terdapat 55 desa yang berada di kawasan hutan dan 724 lebih desa yang berada di sekitar kawasan hutan dan berdasarkan data tingkat kemiskinan paling banyak berada di kawasan sekitar serta dalam hutan termasuk wilayah pesisir,”ujarnya.
Nahardi menyampaikan dengan skema yang ada masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pengelolaan hutan secara baik sehingga dapat mengurangi laju deforestasi.Sulteng sendiri telah memiliki skema-skema tersebut dimana beberapa kabupaten terdapat hutan tanaman rakyat semisal di Kabupaten Parigimoutong dicanangkan 10.485 hektar, Banggai 665 hektar, Bangkep 3.578 hektare, Tolitoli 3.105 hektar dan Tojo Unauna 5.515 hektar.
Selain itu pula di Sulteng gencar pembentukan kawasan pengelolaan hutan (KPH) seperti di Kabupaten Donggala dan Parigi telah terbentuk KPH Dampelas dan KPH Poso serta sementara kabupaten lainnya masih dalam tahapan proses.
“Kita memiliki 11 kabupaten/kota dan kedepan untuk KPH ditargetkan mencapai 14 KPH dimana satu diantaranya menjadi KPH model,”Sebut Nahardi. Dari data yang ada secara detail potensi kehutanan di Sulteng berdasarkan luas daratan dan perairan yang telah ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan yang dibagi per Provinsi sesuai wilayah kerja Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XIV Palu terdiri hutan Suaka Alam 676.248 hektar, hutan lindung 1.489.923 ha, kawasan produksi 4.394.932 ha, untuk areal penggunaan lain mencapai 2.408.368 dan luas daratan 6.803.300.
Sementara luas kawasan hutan produksi yang telah ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan yang dibagi per Provinsi sesuai wilayah kerja Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XIV Palu menyebutkan hutan produksi 500.587 ha, hutan produksi terbatas 1,476.318 ha, hutan produksi konversi 251.856 ha yang ditotalkan jumlah luas hutan produksi mencapai 2,228.761 ha. (beritapalu.com)

Tidak ada komentar: