Jumat, 06 Maret 2009

PEMILU DAMAI dan BERKUALITAS

Ciptakan Pemilu Damai dan Berkualitas
PBHR – Election MDP Gelar Pendidikan Pemilih
PALU - Pemilihan Umum yang baik dan bersih dan berkualitas, mensyaratkan adanya pemilih yang mempunyai pengetahuan, kesadaran, dan terbebaskan dari intimidasi serta potensi suap serta menjadikan konstituen sebagai pemilih yangg cerdas dan kritis.

Dalam rangka itulah, Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat Sulawesi Tengah (PBHR Sulteng) bekerja sama dengan Election MDP yang merupakan gabungan beberapa lembaga seperti UNDP, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dukung oleh Kedutaan Besar Inggris, Australia, Canada Spanyol dan Belanda, menyelanggarakan kegiatan pendidikan pemilih (Voter Education) di empat wilayah kecamatan yang ada di Kota Palu dan sebagian Kabupaten Donggala.
Project Manager Program Mendorong Pemilu Damai dan Berkualitas di Kota Palu dan Donggala, Syahrul, SH kepada Media Alkhairaat, Kamis (5/3) di kantor PBHR Sulteng mengatakan, kegiatan Voter Education ini akan di selenggarakan selama 21 hari dan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara memilih yang benar dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif yang akan diselenggarakan 9 April mendatang.
“Prinsipnya kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan membangun kesadaran masyarakat agar menjadi pemilih yang kritis dan cerdas dalam Pemilu mendatang,”ujarnya.
Dia menyebutkan, selain itu kegiatan ini sebagai upaya membantu pemerintah khususnya KPU, dalam mensosialisasikan tata cara pelaksanaan Pemilu kepada masyarakat, di tengah keterbatasan waktu dan semakin dekatnya waktu pelaksanaan pemilihan.
“Dengan adanya kegiatan pendidikan pemilih ini, masyarakat dapat mengetahui benar tata cara pelaksanaan pemilih yang menggunakan metode contreng,” katanya.
Dia menambahkan, sebelum kegiatan Voter Education ini di gelar di empat kecamatan yang ada di Kota Palu dan sebagian Kabupaten Donggala, di awali dengan pembekalan fasilitator yang ditunjuk dan akan bertugas memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat selama dua hari.
“Pembekalan ini dilaksanakan agar fasilitator yang telah ditunjuk, dapat menguasai bahan-bahan kegiatan Voter Education,” sebutnya..
Sedangkan sasaran kegiatan Voter Education ini, sebut Syahrul, yakni para pemilih pemula, kaum perempuan dan masyarakat termarjinalkan yang ada di dua daerah ini, sehingga kelompok- kelompok masyarakat pemilih ini dapat menggunkan hak suaranya secara baik dan benar.
“Tiga kelompok pemilih ini kami nilai sangat rawan dengan tingkat kesalahan saat melaksanakan metode pemilihan yang diterapkan pada hari H Pemilu,” katanya.
Selain kegiatan Voter Education kata Syahrul, menjelang masa kampanye, pihaknya akan menyelenggarakan karnaval yang diikuti oleh masyarakat pemilih. Kegiatan karnaval ini bertujuan untuk mengkampanyekan pelaksanaan Pemilu yang damai dan berkualitas di dua wilayah yang akan dijadikan titik kegiatan Voter Education.
“Secara keseluruhan kegiatan yang diselenggarakan sebagai upaya untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya Pemilu serta mendorong, mengajak masyarakat untuk menjadikan Pemilu damai dan berkualitas di daerah ini,” tandasnya. (rahman)

Senin, 23 Februari 2009

"LELAH"

"LELAH"
Hari ini aku lelah sekali…………..
sudah dua hari ini aku kurang tidur..
itu karena pekerjaanku menuntut agar aku tetap bisa fit
Walau lelah aku terus berusaha bekerja dengan baik, tanpa harus memikirkan
hal-hal lain…
"LELAH" memang, karena itu bagian dari resiko yang aku harus jalani
dalam pekerjaanku..
Memang tanpa lelah kita tidak akan pernah mencapai tujuan yang kita inginkan..
Aku sadar, apa yang aku lakukan dalam pekerjaanku, semata-mata memang bukan
hanya untuk diriku, Tapi masih banyak orang-orang kecil yang membutuhkan
profesi sepertiku..
"LELAH" Kawan…
Walau lelah aku berusaha untuk tetap tegar menghadapi semuanya, walaupun itu
bukan suatu yang pasti…
"LELAH" memang "LELAH"
Namun aku sangat menikmati pekerjaanku ini…
Karena dengan akau bisa melawan LELAH itu, kepuasan akau dapatkan…
Semoga ke-LELAH-an mempunyai arti tersendiri dalam aku menjalani kehidupan
ini…

"RINDU..."

"RINDU...."
Entah kenapa………
Tiba-tiba aku merindukan seseorang……..
padahal dia bukan apa-apa bagiku…
makin aku coba untuk melupakannya..
justru makin kuat rasa rindu ini padanya……..
Aku tahu……..
aku tak mungkin menjangkaunya…
Aku juga sadar aku tidak ada apa-apa baginya……..
namun rasa rindu ini kepadanya selalu datang….
Entahlah……..
Mungkinkah aku jatuh cinta lagi………..
Atau hanya kegelisahan yang datang menghampiri…..
Entahhlah………..
Aku sendiri tak tahu………
Seandainya aku tahu………….
Aku merindakanmu………
Aku ingin selalu berada disisimu……..
Bersandar dipelukmu………
sambil kubelai rambutmu……..
Tapi entahlah…………
aku tak mungkin lakukan itu………
karena aku bukan apa-apa baginya…….
Biarlah rasa rindu ini, aku simpan dalam hati ini saja…..
Tapi yang jelas kerinduan ini padanya
membuat aku bangkit kembali dari keterpurukan……..
Tapi entahlah…
Biar kerinduan ini aku kubur dalam-dalam………
karena aku tak ingin rasa sakit itu terulang kembali……..
Entahlah……….
Kapan kerinduan itu datang lagi……….
dan memberikan yang terbaik buatku……..
dalam menjalani hidup ini…………….
Entahlah………
Apa aku bisa bangkit dari keterpurukan itu………..
atau sama sekali aku justru makin terpuruk………..
entahlah kawan………..
aku bisa atau tidak…………….
Karena aku mencintainya dengan sederhana saja…

Kamis, 27 November 2008

SALENA


Puncak Salena

Melihat “Surga” dari Ketinggian

INDAHNYA memandang “surga” Kota Palu dari atas gunung memberikan kepuasan tersendiri bagi anda yang senang berpetualangan.

Salah satu lokasi yang anda bisa kunjungi adalah pegunungan yang berada di Dusun Salena Kelurahan Buluri Kecamatan Palu Barat.

Puncak Salena berada disebelah barat Kota Palu atau sekitar 7 kilometer dari pusat kota.

Jalan yang terjal dan melewati sungai menjadi tantangan tersendiri saat anda ke lokasi ini.

Untuk sampai ke puncak Salena anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dan selanjutnya ditempuh dengan jalan kaki.

Di puncak Salena anda selain anda bisa melihat hamparan kebun milik warga setempat anda juga bisa melihat Kota Palu dan Teluk Palu.

Tak jarang, ketika berada di atas puncak Salena ini anda merasakan seperti berada di “surga”. Karena segala kenikmatan anda bisa rasakan seperti terpaan angin sepoi-sepoi dari teluk palu dan pegunungan Kamalisi anda juga bisa menikmati hamparan kebun jagung dan ubi kayu..

Selain itu anda bisa melihat kehidupan masyarakat Dusun Salena dari dekat dan penuh kesederhanaan, selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menjalankan adat istiadat yang mereka punya.

Bagi masyarakat Salena hidup bersama alam merupakan sebuah “surga”. Karena segalanya tersedia untuk menghidupi mereka.

Hidup rukun dan kompak adalah salah satu yang terlihat pada kehidupan masyarakat Salena.

Jika anda tertantang untuk melihat dari dekat kehidupan masyarakat disana dan merasakan terpaan angin “surga” di puncak Salena anda boleh berkunjung ke Dusun Salena. (rahman)

Rabu, 26 November 2008

JEMBATANKU


JEMBATANKU......
Terbangun dengan biaya sekitar Rp50 miliar...
Dan dijadikan sebagai salah satu ikon Kota Palu tercinta
Letaknya berada di muara Sungai dan Teluk Palu
Menjadikan jembatan ini sebagai salah satu tempat yang indah
Memandang panorama Teluk Palu.

PARALAYANG


AKSI ATLIT PARALAYANG DI ATAS JEMBATAN IV DI TELUK PALU

PENGRAJIN SOLDER PATRI


Pengrajin Solder Patri di Sigi

Cara Tradisional yang Masih Diminati

Di kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Donggala, masih ada seorang tukang solder patri, yang siap memperbaiki maupun membuat peralatan baik rumah tangga maupun peralatan pertanian.

Walau masih menggunakan cara tradisional yakni dengan cara membakar hingga panas sepotong besi dengan api dari kompor gas minyak tanah untuk digunakan menyolder peralatan-peralatan yang dibuat dan diperbaiki tersebut, ternyata cara itu masih cukup diminati oleh banyak kalangan untuk memesan peralatan yang dibuat pengrajin itu maupun untuk memperbaiki peralatan yang rusak.

Diusianya yang sudah senja, Sompe Labuntina (66) warga Dusun II Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Donggala, masih tetap menekuni pekerjaannya sebagai tukang solder patri hingga kini.

Sompe yang ditemui Media Alkhairaat ditempat kerjanya yang terletak di halaman depan rumahnya, mengaku telah menekuni pekerjaan sebagai tukang solder patri sejak tahun 1978. Sebelumnya pada usia 24 tahun atau dari tahun 1966 hingga tahun 1978, memulai pekerjaannya membuat peralatan pertanian berupa Pajeko yakni peralatan pertanian yang biasa digunakan petani di daerahnya. Bukan hanya itu yang dibuatnya, peralatan kerja pertanian lainnya pun pernah dibuatnya seperti pacul, arit mapun parang

Seiring dengan berkurangnya tenaganya dalam melakukan pekerjaan tersebut karena termakan usia, Sompe Labuntina pun beralih pekerjaan menjadi seorang tukang solder patri. Menurutnya, pekerjaan ini diawalinya dengan cara melihat-lihat saja para tukang solder patri bekerja. Dari melihat itu, kata Sompe kemudian dirinya mulai melakukan coba-coba untuk melakukannya.

“Awalnya hanya coba-coba lama kelamaan saya menyukai pekerjaan ini,” katanya sambil memperlihatkan cara kerja solder patrinya.

Dia menyebutkan, dari pekerjaan sebagai tukang solder patri ini ia dapat menghidupi istri dan empat anaknya pada saat itu.

“Pekerjaan inilah yang memberikan saya penghidupan hingga kini,” katanya.

Meski telah ditinggal istri tercintanya beberapa tahun lalu, Sompe tidak putus asa melakukan pekerjaannya. Saat ini, Sompe yang sudah memiliki tiga orang cucu ini terus melakukan pekerjaannya.

Meski hanya sebagai tukang solder patri, Sompe setiap hari pasar di daerahnya yakni setiap Hari Minggu dan Kamis, dirinya selalu mendatangi pasar tersebut, selain untuk melayani pelanggannya untuk memperbaiki peralatan rumah tangga juga untuk menjajakan buatannya berupa lampu minyak yang menggunakan wadah kaleng susu bekas.

Lampu minyak tanah yang terbuat dari kaleng susu bekas tersebut, dijualnya dengan harga Rp3.500 per buahnya.

Dalam satu minggu, sebut Sompe dirinya bisa membuat lampu minyak tanah dari kaleng susu bekas itu hingga 20 buah, karena di luar hari Minggu dan Kamis, dirinya harus memperbaiki sejumlah peralatan dapur yang rusak milik langganannya seperti panci dan wajan.

“Untuk membuat lampu minyak tanah dari kaleng susu bekas itu, saya kerjakan dilura hari Kamis dan Minggu,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini orang yang masih bekerja sebagai tukang solder patri di desanya bahkan di wilayah kecamatan Sigi Biromaru mungkin tinggal dirinya sendiri, karena tukang solder patri lainnya sudah meninggal dunia.

“Mungkin tinggal saya saja disini yang masih bekerja sebagai tukang solder patri,” ujarnya meyakinkan.

Walau telah lama menjadi tukang solder patri sebut Sompe, hingga kini dirinya tidak pernah mendapat bantuan modal dari pemerintah dan dari pihak-pihak lain dalam menjalankan usahanya. “Dengan bermodalkan peralatan seadanya saya berusaha untuk menjalankan usaha ini dengan biak, meski tidak ada bantuan modal dari pemerintah,” tuturnya.

Dia menambahkan, walau masih menggunakan cara lama atau tradisional minat masyarakat terhadap solder patri masih cukup banyak, tebukti masih banyak orang yang mau memperbaiki maupun memesan untuk dibuatkan peralatan dapur berupa dandang maupun peralatan lainnya.

“Alhamdulillah masih banyak yang minati solder patri ini. Menurut mereka hasilnya lebih baik dan tahan lama,” ujarnya sambil memperlihatkan beberapa hasil pekerjaannya. (rahman)

Momen Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 di Poso

MOMEN HARI PENDIDIKAN NASIONAL MOMEN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2018 DI POSO "Anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kot...